Monday, August 30. 2010
Hedwigus WDA, Hedwigâ„¢: Nasi Padang
Siapa yang tidak kenal dengan Nasi Padang. Rasanya tidak mungkin apabila ada orang yang sama sekali belum pernah merasakan makan Nasi Padang. Ada satu yang saya selalu rasakan saat menikmati Nasi Padang, yaitu harga yang kadang kurang transparan dan kita tahunya hanya membayar saat mereka menghitung apa yang kita makan. Beberapa warung/restoran Nasi Padang memang
Sunday, August 29. 2010
Geri Sugiran AS: Kopi Lampung (asli petani)
Dijual Kopi Lampung Asli dari Petani Kopi di Merbau Mataram, Lampung Selatan. Harga 35.000/Kg belum termasuk ongkos kirim (harga ongkir lihat tiki jne)
Sandy Suryadinata: Menembus 800.000 hits
alon alon asal kelakon butuh waktu setahun jumlah pengunjung blog ini naik dari 700.000 hits menjadi 800.000 hits. Why? sudah jelas.. karena jarang update! dan jangan tanya berapa pageranknya, m-e-m-a-l-u-k-a-n hahahah belakangan ini memang lagi males nulis blog, tapi bukan berarti saya berhenti ngeblog looooohh… tuh lapak sebelah masih rajin saya update, cuma memang beda [...]
Hedwigus WDA, Hedwigâ„¢: Nonton Mister Maker
Ayah! sambil meloncat ke atas tempat tidurku adalah yang dilakukan si Kakak Sabtu pagi. Sambil kaget karena belum sadar banget, dia minta saya mengajaknya ke Pejaten Village pada hari Minggu untuk nonton Mister Maker. Siapa lagi si Mister Maker ini ?. Ada sebuah acara di BBC khusus anak-anak (CBeeBies) yang mengajarkan anak-anak mengerjakan prakarya dengan
Thursday, August 26. 2010
Aryanst: 1203: Salah Kode, Salah Sambung Donk
| Iklan FrenDuo |
Kemarin malam, 24 Agustus 2010, dalam kesendirian (istri udah tidur duluan, kepalanya pusing), saya menikmati acara-acara di RCTI, yaitu film Transformers dan dilanjutkan dengan My Super Ex-Girlfriend (MSEG). Kalau ga salah sih ketika layar TV sudah mulai menayangkan MSEG, saya mulai memperhatikan iklan FrenDuo. Biasanya sih tidak akan saya perhatikan, tapi kebetulan saja saya baru sekitar seminggu menggunakan internet Smart, dan kata penjualnya modem saya ini juga bisa menggunakan kartu Fren (dalam kerangka kerja sama SmartFren). Jadi, saya rada terpancing juga memerhatikan iklan Fren. Kali aja ada sesuatu yang membuat saya tertarik, terutama karena memang saya berencana mengganti kartu di modem saya ini dengan Fren, karena nomor Fren ada nomor lokalnya. Rencananya, jika modem sedang tidak digunakan, maka kartunya akan saya gunakan pada handset, dan nomornya akan saya gunakan sebagai nomor telepon rumah. Kalaupun sedang saya gunakan sebagai modem ternyata yang menelepon ke rumah, toh telepon tetap bisa diterima di laptop atau PC.
| Kode Area Bogor 0231? |
Anyway, sekilas nampak oleh saya, iklan itu menayangkan kota "Bogor" di akhir iklan, bersama beberapa kota besar lainnya. Lumayan eye catching, karena Bogor kan kampung halaman saya. Begitulah, setiap masuk waktu iklan, saya memerhatikan iklan Fren tersebut, sambil memikirkan apakah betul saya akan mengganti Smart dengan Fren. Sampai suatu ketika, saya menangkap sesuatu yang ganjil. Selintas, saya melihat di iklan itu kode area Bogor tertulis "0231". Masa sih?
Maka, begitu TV menayangkan iklan FrenDuo lagi, saya benar-benar memperhatikannya, agar pasti. Ternyata, bener loh. Salah! Segera saya siapkan kamera dan saya foto. Dua kali agar lebih meyakinkan. Dan memang bener ternyata salah. Kode 0231 adalah kode Cirebon. Kode Bogor adalah 0251.
Wow, entah sudah berapa lama iklan itu tayang. Dan entah bagaimana iklan itu bisa lolos proofread di Fren. Saya sudah kirim e-mail ke cuatomer care Mobile-8 menginfokan hal ini, dan spesifik sih saya bilang mungkin mereka mau menarik iklan ini, sambil saya lampirkan foto yang sama seperti yang di entry. Tapi yah, tentu semua terserah perusahaan yah. Sementara itu, saya punya kekhawatiran, jangan-jangan kalau pake Fren, nanti saya mau nelepon ke Bogor, malah nyambung ke Cirebon!
Retno Nindya: Kap & Mellow Cat: Baru Inget Pas Susah
Baru berdoa, baru inget Tuhan, dan baru-baru lainnya pas susah. Pas seneng, kemana aja?
Saya kembaliiii
Alhamdulillah udah masuk fase penyembuhan
Hehe, komik di atas itu kepikiran pas gw sakit. Beneran sakit itu ga enak, dan baru kerasa banget enaknya sehat yang dikasih Tuhan pas kaya gini, huhu.
Sekali lagi, TERIMA KASIH! Terima kasih ya temen-temen
Tuesday, August 24. 2010
Arya Nasution: 1203: Salah Kode, Salah Sambung Donk
| Iklan FrenDuo |
Kemarin malam, 24 Agustus 2010, dalam kesendirian (istri udah tidur duluan, kepalanya pusing), saya menikmati acara-acara di RCTI, yaitu film Transformers dan dilanjutkan dengan My Super Ex-Girlfriend (MSEG). Kalau ga salah sih ketika layar TV sudah mulai menayangkan MSEG, saya mulai memperhatikan iklan FrenDuo. Biasanya sih tidak akan saya perhatikan, tapi kebetulan saja saya baru sekitar seminggu menggunakan internet Smart, dan kata penjualnya modem saya ini juga bisa menggunakan kartu Fren (dalam kerangka kerja sama SmartFren). Jadi, saya rada terpancing juga memerhatikan iklan Fren. Kali aja ada sesuatu yang membuat saya tertarik, terutama karena memang saya berencana mengganti kartu di modem saya ini dengan Fren, karena nomor Fren ada nomor lokalnya. Rencananya, jika modem sedang tidak digunakan, maka kartunya akan saya gunakan pada handset, dan nomornya akan saya gunakan sebagai nomor telepon rumah. Kalaupun sedang saya gunakan sebagai modem ternyata yang menelepon ke rumah, toh telepon tetap bisa diterima di laptop atau PC.
| Kode Area Bogor 0231? |
Anyway, sekilas nampak oleh saya, iklan itu menayangkan kota "Bogor" di akhir iklan, bersama beberapa kota besar lainnya. Lumayan eye catching, karena Bogor kan kampung halaman saya. Begitulah, setiap masuk waktu iklan, saya memerhatikan iklan Fren tersebut, sambil memikirkan apakah betul saya akan mengganti Smart dengan Fren. Sampai suatu ketika, saya menangkap sesuatu yang ganjil. Selintas, saya melihat di iklan itu kode area Bogor tertulis "0231". Masa sih?
Maka, begitu TV menayangkan iklan FrenDuo lagi, saya benar-benar memperhatikannya, agar pasti. Ternyata, bener loh. Salah! Segera saya siapkan kamera dan saya foto. Dua kali agar lebih meyakinkan. Dan memang bener ternyata salah. Kode 0231 adalah kode Cirebon. Kode Bogor adalah 0251.
Wow, entah sudah berapa lama iklan itu tayang. Dan entah bagaimana iklan itu bisa lolos proofread di Fren. Saya sudah kirim e-mail ke cuatomer care Mobile-8 menginfokan hal ini, dan spesifik sih saya bilang mungkin mereka mau menarik iklan ini, sambil saya lampirkan foto yang sama seperti yang di entry. Tapi yah, tentu semua terserah perusahaan yah. Sementara itu, saya punya kekhawatiran, jangan-jangan kalau pake Fren, nanti saya mau nelepon ke Bogor, malah nyambung ke Cirebon!
Sunday, August 22. 2010
Aryanst: 1202: Bebas untuk Pohan, Ayin dan Syaukani
![]() |
| Dewi Keadilan. |
Seperti biasa, pada setiap tanggal 17 Agustus pemerintah memberikan 'hadiah' kepada para terpidana yang sedang menjalani hukuman penjara berupa remisi. Beberapa nama beken menjadi penerima remisi tahun ini, di antaranya yang paling mendapatkan sorotan pubik adalah remisi untuk koruptor Aulia Pohan (besan Presiden SBY) dan penyuap aparat hukum, Arthalita Suryani (Ayin).
Sorotan publik diberikan karena beberapa hal. Untuk kasus Pohan, masyarakat melihat remisi ini sebagai ketidakpekaan pemerintah terhadap isu-isu korupsi di masyarakat. Koruptor kok diberi remisi? Sampai akhirnya bebas pula! Sementara untuk Ayin, pemerintah dianggap tidak bisa menerjemahkan Pasal 1 Ayat 1 Keputusan Presiden Republik Indonesia No.174 Tahun 1999, yang secara spesifik menyebutkan bahwa remisi hanya diberikan kepada narapidana yang berkelakuan baik. Ingat sel mewahnya (yang pastinya) merupakan hasil menyogok Lembaga Pemasyarakatan (lapas)? Apakah menyogok untuk mendapatkan fasilitas termasuk dalam kategori berkelakuan baik?
Selain remisi, ada pula grasi yang diberikan kepada mantan Bupati Kutai Kertanegara, Syaukani, juga merupakan terpidana kasus korupsi, dengan pertimbangan kemanusiaan.
Pemerintah mati-matian membela keputusannya untuk memberikan remisi kepada Pohan dan Ayin, serta grasi untuk Syaukani. Pemerintah menyatakan remisi diberikan sudah sesuai undang-undang, dan grasi untuk Syaukani diberikan atas dasar kemanusiaan. Syaukani diyakini menderita sakit akut dan komplikatif sehingga layak diberikan grasi oleh presiden.
Menurut saya, daripada membela diri dengan kata-kata, sebaiknya pemerintah memberikan contoh kasus lain, di mana si tukang nyuri sendal, maling ayam, atau rakyat kecil serupa Nenek Pemungut Kakao atau Ibu Pemungut Kapas juga mendapatkan keringan hukuman, kado yang sama dari pemerintah. Demikian juga dengan kasus Syaukani. Beri saja satu contoh rakyat kecil yang dipenjara karena tindak pidana ringan, yang sakit-sakitan dan kemudian dikabulkan permohonan grasinya oleh presiden. Adakah?
Saya rasa jika memang ditunjukkan demikian, masyarakat dapat mengerti bahwa pemerintah memang tidak sedang main pilih kasih, dan kesalahan terletak pada undang-undang yang memberikan hak tersebut kepada semua kriminal, termasuk koruptor, pembunuh berantai dan pemerkosa. Dengan demikian, fokus perhatian harus ditujukan kepada mengubah undang-undang dan bukan kepada pemberian remisi dan grasi tersebut.
Hanya saja, cara yang sama tidak bisa diterapkan pada kasus Ayin, karena bagaimanapun menyogok petugas lapas bukan perilaku yang baik. Apalagi kalau kamu masuk penjara gara-gara nyogok!
Aryanst: 1200: Level Istana

Ternyata katering yang saya pakai untuk resepsi pernikahan sama dengan katering yang digunakan Istana Bogor dalam rapat pembahasan RAPBN 2011 di Istana Bogor, 4-8 Agustus 2010.
Pada gambar, terlihat nama ibu saya di no. 3 dan Istana Bogor di no. 10.
Tapi tentu jumlah pesanan saya tidak menyamai pesanan Istana yang mencapai 13.500 Porsi.
Arya Nasution: 1202: Bebas untuk Pohan, Ayin dan Syaukani
![]() |
| Dewi Keadilan. |
Seperti biasa, pada setiap tanggal 17 Agustus pemerintah memberikan 'hadiah' kepada para terpidana yang sedang menjalani hukuman penjara berupa remisi. Beberapa nama beken menjadi penerima remisi tahun ini, di antaranya yang paling mendapatkan sorotan pubik adalah remisi untuk koruptor Aulia Pohan (besan Presiden SBY) dan penyuap aparat hukum, Arthalita Suryani (Ayin).
Sorotan publik diberikan karena beberapa hal. Untuk kasus Pohan, masyarakat melihat remisi ini sebagai ketidakpekaan pemerintah terhadap isu-isu korupsi di masyarakat. Koruptor kok diberi remisi? Sampai akhirnya bebas pula! Sementara untuk Ayin, pemerintah dianggap tidak bisa menerjemahkan Pasal 1 Ayat 1 Keputusan Presiden Republik Indonesia No.174 Tahun 1999, yang secara spesifik menyebutkan bahwa remisi hanya diberikan kepada narapidana yang berkelakuan baik. Ingat sel mewahnya (yang pastinya) merupakan hasil menyogok Lembaga Pemasyarakatan (lapas)? Apakah menyogok untuk mendapatkan fasilitas termasuk dalam kategori berkelakuan baik?
Selain remisi, ada pula grasi yang diberikan kepada mantan Bupati Kutai Kertanegara, Syaukani, juga merupakan terpidana kasus korupsi, dengan pertimbangan kemanusiaan.
Pemerintah mati-matian membela keputusannya untuk memberikan remisi kepada Pohan dan Ayin, serta grasi untuk Syaukani. Pemerintah menyatakan remisi diberikan sudah sesuai undang-undang, dan grasi untuk Syaukani diberikan atas dasar kemanusiaan. Syaukani diyakini menderita sakit akut dan komplikatif sehingga layak diberikan grasi oleh presiden.
Menurut saya, daripada membela diri dengan kata-kata, sebaiknya pemerintah memberikan contoh kasus lain, di mana si tukang nyuri sendal, maling ayam, atau rakyat kecil serupa Nenek Pemungut Kakao atau Ibu Pemungut Kapas juga mendapatkan keringan hukuman, kado yang sama dari pemerintah. Demikian juga dengan kasus Syaukani. Beri saja satu contoh rakyat kecil yang dipenjara karena tindak pidana ringan, yang sakit-sakitan dan kemudian dikabulkan permohonan grasinya oleh presiden. Adakah?
Saya rasa jika memang ditunjukkan demikian, masyarakat dapat mengerti bahwa pemerintah memang tidak sedang main pilih kasih, dan kesalahan terletak pada undang-undang yang memberikan hak tersebut kepada semua kriminal, termasuk koruptor, pembunuh berantai dan pemerkosa. Dengan demikian, fokus perhatian harus ditujukan kepada mengubah undang-undang dan bukan kepada pemberian remisi dan grasi tersebut.
Hanya saja, cara yang sama tidak bisa diterapkan pada kasus Ayin, karena bagaimanapun menyogok petugas lapas bukan perilaku yang baik. Apalagi kalau kamu masuk penjara gara-gara nyogok!
Wednesday, August 18. 2010
Aryanst: 1201: Penerimaan Kemlu 2010
Maaf baru posting ini. Baru ada koneksi internet di laptop. Biasanya lewat HP.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia pria dan wanita yang memiliki integritas dan komitmen tinggi untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III dan II untuk dididik menjadi Pejabat Dinas Luar Negeri (PDLN) dan untuk mengisi posisi Dokter.Pejabat Dinas Luar Negeri1. Pejabat Diplomatik dan Konsuler (Diplomat/PDK)Lulusan Sarjana (S-1) atau Magister/Master (S-2) menjadi CPNS Golongan III untuk dididik menjadi Pejabat Diplomatik dan Konsuler (Diplomat/PDK);
2. Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan Perwakilan (BPKRT)Lulusan Sarjana (S-1) menjadi CPNS Golongan III untuk dididik menjadiBendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan Perwakilan (BPKRT); dan3. Petugas Komunikasi (PK)Lulusan Diploma 3 (D-3) menjadi CPNS Golongan II untuk dididik menjadi Petugas Komunikasi (PK).
Dokter/Dokter Gigi
1. Dokter UmumLulusan Pendidikan Profesi Dokter menjadi CPNS Golongan III untuk mengisi posisi Dokter Umum.2. Dokter GigiLulusan Pendidikan Profesi Dokter menjadi CPNS Golongan III untuk mengisi posisi Dokter Gigi.
Klik di sini untuk info lebih lanjut. Mungkin ada manfaatnya juga baca-baca post saya tentang pengalaman ujian Deplu yang saya ikuti tahun 2008 (di sini). Boleh juga meninggalkan pertanyaan baik di post yang ini maupun yang itu. Kalau bisa insya Allah saya jawab. Hanya saja harap diingat bahwa saya bukanlah perwakilan Kemlu dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peserta, sehingga jawaban saya bukanlah jawaban resmi Kementerian Luar Negeri.
Semoga sukses!
Arya Nasution: 1201: Penerimaan Kemlu 2010
Maaf baru posting ini. Baru ada koneksi internet di laptop. Biasanya lewat HP.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia pria dan wanita yang memiliki integritas dan komitmen tinggi untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III dan II untuk dididik menjadi Pejabat Dinas Luar Negeri (PDLN) dan untuk mengisi posisi Dokter.Pejabat Dinas Luar Negeri1. Pejabat Diplomatik dan Konsuler (Diplomat/PDK)Lulusan Sarjana (S-1) atau Magister/Master (S-2) menjadi CPNS Golongan III untuk dididik menjadi Pejabat Diplomatik dan Konsuler (Diplomat/PDK);
2. Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan Perwakilan (BPKRT)Lulusan Sarjana (S-1) menjadi CPNS Golongan III untuk dididik menjadiBendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan Perwakilan (BPKRT); dan3. Petugas Komunikasi (PK)Lulusan Diploma 3 (D-3) menjadi CPNS Golongan II untuk dididik menjadi Petugas Komunikasi (PK).
Dokter/Dokter Gigi
1. Dokter UmumLulusan Pendidikan Profesi Dokter menjadi CPNS Golongan III untuk mengisi posisi Dokter Umum.2. Dokter GigiLulusan Pendidikan Profesi Dokter menjadi CPNS Golongan III untuk mengisi posisi Dokter Gigi.
Klik di sini untuk info lebih lanjut. Mungkin ada manfaatnya juga baca-baca post saya tentang pengalaman ujian Deplu yang saya ikuti tahun 2008 (di sini). Boleh juga meninggalkan pertanyaan baik di post yang ini maupun yang itu. Kalau bisa insya Allah saya jawab. Hanya saja harap diingat bahwa saya bukanlah perwakilan Kemlu dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peserta, sehingga jawaban saya bukanlah jawaban resmi Kementerian Luar Negeri.
Semoga sukses!
Tuesday, August 17. 2010
Sandy Suryadinata: Selamat Ulang Tahun ke-5 Blog sandynata.wordpress.com
beuh.. saking lamanya gak ngurus blog ini lagi, tersesat dalam beberapa ajaran jamaah microblogging (twitter, plurk), lupa kalo bulan juni kemaren, tepatnya tanggal 17, blog saya ini ulang tahun yang ke 5! happy birthday my blog! maaf kalau akhir-akhir ini kau tak terurus dengan baik.. trafikmu turun, pengunjung mu berkurang… maaf kalau tahun kemaren aja [...]
Fany Ariasari: Monitoring di Surga Dunia Kalimantan Timur
Derawan Trip Part II
Menyambung cerita dari Part I: Penyu Hijau dari Derawan, Dilindungi!
Bagi yang suka berwisata alam, khususnya wisata bahari, mengunjungi Kepulauan Derawan seperti berada di surga dunia! Lebay? But it’s true!
Sebelumnya, saya lebih suka berwisata alam di daerah pegunungan yang sejuk, bisa pakai baju panjang, syal, gak bikin kulit menghitam. Tapi begitu [...]
Menyambung cerita dari Part I: Penyu Hijau dari Derawan, Dilindungi!
Bagi yang suka berwisata alam, khususnya wisata bahari, mengunjungi Kepulauan Derawan seperti berada di surga dunia! Lebay? But it’s true!
Sebelumnya, saya lebih suka berwisata alam di daerah pegunungan yang sejuk, bisa pakai baju panjang, syal, gak bikin kulit menghitam. Tapi begitu [...]
Saturday, August 14. 2010
Aryanst: 1200: Level Istana

Ternyata katering yang saya pakai untuk resepsi pernikahan sama dengan katering yang digunakan Istana Bogor dalam rapat pembahasan RAPBN 2011 di Istana Bogor, 4-8 Agustus 2010.
Pada gambar, terlihat nama ibu saya di no. 3 dan Istana Bogor di no. 10.
Tapi tentu jumlah pesanan saya tidak menyamai pesanan Istana yang mencapai 13.500 Porsi.
(Page 1 of 2, totaling 20 entries)
next page »



