Wikipedia mengartikan Protokol sebagai berikut:
A protocol is a rule which guides how an activity should be performed, especially in the field of diplomacy. (wikipedia)
Contohnya? Ya banyaklah, tapi yang paling nyata mungkin pengaturan tempat duduk pada saat makan malam, konferensi dan acara resmi lainnya. Contoh lain adalah bahasa dalam nota diplomatik. Ada pakemnya yang memang harus ditaati. Termasuk dalam tugas Fungsi ini adalah antar-jemput tamu KBRI atau delegasi yang berkunjung.
Kalau Konsuler, tugasnya menyangkut pelayanan terhadap warga negara lah. Misalnya, perpanjangan paspor, mengurus aplikasi visa bagi WNA yang ingin berkunjung ke Indonesia, sampai ke masalah perlindungan seperti menengok WNI yang ditahan dan dipenjara, memastikan seorang WNI memiliki pengacara ketika menjalani persidangan, sampai melakukan identifikasi jenazah WNI di kamar mayat.
Dari semua Fungsi tempat saya pernah magang, tugas-tugas kekonsuleran ini yang menjadikan magang di Protkons menjadi menarik dan berbeda. Tugas di Fungsi Politik, Ekonomi atau Sosial Budaya acaranya tidak jauh dari mengikuti sidang dan konferensi, makan malam diplomatik (formal atau nonformal), atau pagelaran seni, dan lain-lain. Tapi magang di Protkons, saya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke penjara-penjara tempat WNI kita dipenjara, masuk ke tahanan polisi bertemu dengan tersangka pelaku kejahatan, dan tentu saja kan berkunjung itu bukan berarti hanya datang dan diam. Tentu saja selama kunjungan itu kita akan melakukan percakapan dengan mereka. Ini juga menarik.
Berada di tempat-tempat seperti itu kan sebuah perubahan suasana dari ruang konferensi yang ber-AC, di mana semua pesertanya tampil necis dengan jas atau setelan resmi. Ruang di mana kita berbincang dengan para WNI tentu jauh berbeda dengan tempat-tempat di mana para diplomat biasa ngobrol ketika break makan siang konferensi atau pertemuan makan malam.
Sekali lagi, ini menunjukkan ruang lingkup diplomat yang amat luas. Dari ruang rapat bergengsi sampai kamar sel tahanan. Tidak bisa pula seorang diplomat hanya mau bergaul dengan kelas atas yang terpelajar dan bergengsi, karena dia harus juga berbicara dari hati ke hati dengan golongan masyarakat yang sering dipandang sebelah mata, misalnya Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT), Anak Buah Kapal (ABK), bahkan sampai pemerkosa, pembunuh, teroris, pengedar narkoba, dll. Apapun kasusnya, kalau dia WNI, adalah tugas perwakilan untuk memastikan dia mendapatkan fair trial dan perlakuan yang baik dari aparat.
Saya memang mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman dari kegiatan magang ini. Dan bisa saya katakan, magang di Protkons adalah pengalaman paling menarik selama magang saya ini.


